Teori Belajar Humanistik
Tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika telah
Memahami lingkungan & dirinya sendiri. Teori belajar berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang perilakunya bukan sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah mambantu siswa untuk mengembangkan dirinya yaitu membantu masing- masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik & membantu dalam mewujudkan potensi- potensi yang ada pada diri mereka. Para ahli humanistik melihat adanya 2 bagian pada proses belajar :
1. proses pemerolehan informasi baru
2. personalisasi informasi ini pada individu
Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik :
a. Arthur Combs (1912- 1999)
Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar
apabila materi pelajarannya disusun & disajikan sebagaimana mestinya. Combs memberikan lukisan
persepsi diri & dunia seseorang seperti 2 lingkaran (besar & kecil) yang bertitik pusat : 1. lingkaran kecil
adalah gambaran dari persepsi diri & lingkungan besar. 2. adalah persepsi dunia.
b. Carl Rogers
Lahir 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois, Chicago anak keempat dari enam bersaudara. Rogers membedakan 2 tipe belajar :
+
kognitif (kebermaknaan)
experiential (pengalaman /signifikansi)
Menurut Rogers yang penting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip
Pendidikan & pembelajaran, yaitu :
1) menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang hal- hal yang tidak ada artinya.
2) siswa akan mempelajari hal- hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan & ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
3) pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan & ide baru sebagai bagian yang
bermakna bagi siswa.belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
Dalam buku Freedom To Learn, menunjukkan prinsip- prinsip humanistik :
a. Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami.
b. Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud – maksud sendiri.
c. Belajar yang menyangkut perubahan didalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam & cenderung untuk ditolaknya.
d. Tugas tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman- ancaman dari luar semakin kecil.
e. Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah,pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
f. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.
g. Belajar diperlancar bilamana siswa melibatkan dalam proses belajar dan ikut tanggung jawab terhadap proses belajar itu.
h. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek,merupakan cara yang memberikan hasil yang mendalam dan lestari.
i. Kepercayaan terhadap diri sendiri,kemerdekaan,kreativitas,lebih mudah dicapai terutama jika siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengkritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara ke dua yang penting.
j. Belajar yang paling berguna secara sosial didalam dunia modern adalah belajar mengenai proses belajar,suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalamandan penyatuaanya terhadap diri sendiri mengenai proses perubahan itu.
Ciri-ciri guru yang fasilitatif:
1. Merespon perasaan siswa
2. Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4. Menghargai siswa
5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6. Menyesuaikan isi kerangka berfikir siswa ( penjelasan untuk memantapkan skebutuhan siswa)
7. Tersenyum pada siswa
Aplikasi teori humanistic lebih menunjuk pada ruh / sepirit selama proses pembelajaran yang mewarnai
metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humaristik adalah menjadi fasilisator bagi para siswa,Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya dari pada hasil belajar.proses yang umumnya:
1. Merumuskan tujuan belajar yang benar.
2. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontak belajar yang bersifat jelas,jujur dan positif.
3. mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri.
4. Mendorong siswa untuk peka berfikir kritis,memaknai proses pembelajaran secara mandiri.
5. siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat memilih pelihannya sendiri,melakukan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari prilaku yang ditunjukan.
6. Guru menerima siswa apa adanya,berusaha memahami jalan pikiran siswa,tidak menilai secara normative tetapi mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas segala resiko perbuatan / proses belajarnya.
7. Memberikan kesempatan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatannya.
8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.
Pembelajaran berdasarkan teori humaristik ini cocok diterapkan untuk materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian,hati nurani,perubahan sikap,dan analisis terhadap fenomena sosial.Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah,berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola fikir,prilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas,berani,tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan,norma,disiplin / etika yang berlaku.
Tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika telah
Memahami lingkungan & dirinya sendiri. Teori belajar berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang perilakunya bukan sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah mambantu siswa untuk mengembangkan dirinya yaitu membantu masing- masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik & membantu dalam mewujudkan potensi- potensi yang ada pada diri mereka. Para ahli humanistik melihat adanya 2 bagian pada proses belajar :
1. proses pemerolehan informasi baru
2. personalisasi informasi ini pada individu
Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik :
a. Arthur Combs (1912- 1999)
Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar
apabila materi pelajarannya disusun & disajikan sebagaimana mestinya. Combs memberikan lukisan
persepsi diri & dunia seseorang seperti 2 lingkaran (besar & kecil) yang bertitik pusat : 1. lingkaran kecil
adalah gambaran dari persepsi diri & lingkungan besar. 2. adalah persepsi dunia.
b. Carl Rogers
Lahir 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois, Chicago anak keempat dari enam bersaudara. Rogers membedakan 2 tipe belajar :
+
kognitif (kebermaknaan)
experiential (pengalaman /signifikansi)
Menurut Rogers yang penting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip
Pendidikan & pembelajaran, yaitu :
1) menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang hal- hal yang tidak ada artinya.
2) siswa akan mempelajari hal- hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan & ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
3) pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan & ide baru sebagai bagian yang
bermakna bagi siswa.belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
Dalam buku Freedom To Learn, menunjukkan prinsip- prinsip humanistik :
a. Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami.
b. Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud – maksud sendiri.
c. Belajar yang menyangkut perubahan didalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam & cenderung untuk ditolaknya.
d. Tugas tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman- ancaman dari luar semakin kecil.
e. Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah,pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
f. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.
g. Belajar diperlancar bilamana siswa melibatkan dalam proses belajar dan ikut tanggung jawab terhadap proses belajar itu.
h. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek,merupakan cara yang memberikan hasil yang mendalam dan lestari.
i. Kepercayaan terhadap diri sendiri,kemerdekaan,kreativitas,lebih mudah dicapai terutama jika siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengkritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara ke dua yang penting.
j. Belajar yang paling berguna secara sosial didalam dunia modern adalah belajar mengenai proses belajar,suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalamandan penyatuaanya terhadap diri sendiri mengenai proses perubahan itu.
Ciri-ciri guru yang fasilitatif:
1. Merespon perasaan siswa
2. Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4. Menghargai siswa
5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6. Menyesuaikan isi kerangka berfikir siswa ( penjelasan untuk memantapkan skebutuhan siswa)
7. Tersenyum pada siswa
Aplikasi teori humanistic lebih menunjuk pada ruh / sepirit selama proses pembelajaran yang mewarnai
metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humaristik adalah menjadi fasilisator bagi para siswa,Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya dari pada hasil belajar.proses yang umumnya:
1. Merumuskan tujuan belajar yang benar.
2. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontak belajar yang bersifat jelas,jujur dan positif.
3. mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri.
4. Mendorong siswa untuk peka berfikir kritis,memaknai proses pembelajaran secara mandiri.
5. siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat memilih pelihannya sendiri,melakukan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari prilaku yang ditunjukan.
6. Guru menerima siswa apa adanya,berusaha memahami jalan pikiran siswa,tidak menilai secara normative tetapi mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas segala resiko perbuatan / proses belajarnya.
7. Memberikan kesempatan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatannya.
8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.
Pembelajaran berdasarkan teori humaristik ini cocok diterapkan untuk materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian,hati nurani,perubahan sikap,dan analisis terhadap fenomena sosial.Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah,berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola fikir,prilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas,berani,tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan,norma,disiplin / etika yang berlaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TULIS KOMENTAR ANDA