jadilah unik, karena kamu diciptakan berbeda

WAJIB UNTUK DI BACA

Bagi anda, Bapak/Ibu dan Saudara/i, saya mengharapkan untuk merespon minimal dengan cara meninggalkan pesan di icon BUKU TAMU dekat scrool sebelah kanan, atau mengisi coment di bagian bawah postingan saat anda hanya sekedar membaca blog ini, atau mencopy informasi dari blog ini, sebagai suatu apresiasi untuk blog ini. Anda juga dapat chat dengan saya langsung seputar psikologi saat saya sedang online pada room chat yang tersedia, dan saya akan berusaha membantu anda.

- SELAMAT MEMBACA-

Senin, 07 Desember 2009

Perkembangan psikologi Klinis

Psikologi Klinis adalah salah satu bidang psikologi terapan selain Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri, dan lain-lain. Psikologi Klinis menggunakan konsep-konsep Psikologi Abnormal, Psikologi Perkembangan, Psikopatologi dan Psikologi Kepribadian, serta prinsip-prinsip dalam assesment dan intervensi, untuk dapat memahami maslah-masalah psikologis, gangguan penyesuaian diri danPsikologi Klinis merupakan salah satu jenis psikologi terapan yang sampai sekarang sering dipertanyakan arti, kedudukan, dan peranannya jika dibandingkan dengan psikiatri. Dalam hal Psikologi Klinis, bahkan psikologi saja masih tidak banyak yang mengetahuinya. Bahkan sejak digunakan, pada tahun 1530-an, telah terlihat jelas adanya ketidakpastian mengenai materi apa yang sebenarnya dibahas dalam psikologi ini. Philip Melacthon yang pada tahun tersebut merencanakan adanya psikologi, menyatakan bahwa substansi atau materi psikologi adalah gabungan dari faal tubuh, malaikat, setan, dan Tuhan yang muncul dalam gejala perilaku.
Dapat dibayangkan rumitnya, apa yang dihadapi psikologi klinis kalau psikologi dianggap ilmu tentang materi tersebut. Kemudian, para fungsionalis menganggap bahwa materi psikologi adalah mental atau fungsi psikis, seperti emosi dan daya pikir.
Pada tahun 1920-an muncul Watson yang menghendaki adanya materi psikologi berdasarkan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang objektif, dapat diukur dan diamati, ialah perilaku. Perkembangan psikologi berikutnya manjadi lebih rumit lagi, karena sangat banyak mengikuti perkembangan filsafat, terutama tentang hakikat manusia dan metodologi. Jadi, psikologi klinis sesuai dengan perkembangan materi psikologi pada umumnya, juga menghadapi masalah yang sama, ialah keruwetan mengenai apa yang sebenarnya dibaca psikologi : jiwa, ruh, mental, perilaku, pengalaman, penghayatan, dan lain-lain.
Dilihat dari sejarahnya, Psikoogi Klinis kemungkinan besar merupakan wacana psikologi yang paling tua dan sekaligus merupakan akar wacana psikologi pada umumnya. Akan tetapi, dilihat dari kedudukan dan fungsi dalam hubungannya dengan psikologi sebagai cabang ilmu yang mandiri Psikologi Klinis bukanlah pilar utama ilmu psikologi. Dengan demikian tidak ada kaidah dasar Psikologi Klinis yang mendukung dan menjadi tumpuan kaidah utama psikologi umumnya. Yang ada malahan sebaliknya, wacana psikologi klinis justru berkembang berdasarkan penggunaan kaidah-kaidah psikologi.
Adapun yang termasuk pilar psikologi adalah sub-sub disiplin ilmu psikologi, yaitu Psikologi Umum, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial, dan Study Kepribadian ( yang lebih dikenal dengan nama Psikologi Keporibadian). Dalam pemahaman dasarnya, Psikololgi Klinis merupakan ilmu yang menerapkan atau mengaplikasikan Psikologi Abnormal sebagai dasarnya. Sementara itu, Psikologi Abnormal merupakan “kelanjutan” dari Study atau Psikologi Kepribadian. Namun, sebagaimana ilmu psikologi pada umumnya, yang merupakan study tentang perilaku dan penghayatan atas pengalaman seseorang. Psikologi Klinis juga merupakan study tentang perilaku seseorang. Psikologi Klinis juga merupakan study tentang perilaku seseorang individu secara khas (particular individual).
Psikologi Klinis lahir berdasarkan pendapat Hippocrates, bahwa setiap perilaku, termasuk gejala sakit, bersumber dari otak. Selanjutnya, apa yang dimaksudkan dengan “otak” itu diperluas menjadi persyaratan, dan khusus untuk perilaku, pengertian “otak” ini disubstitrusikan dengan “psike” atau “jiwa”, “mental” atau “mind”.
Pada awalnya, Psikologi Klinis merupakan bidang kajian dan terapan kecil yang juga menyangkut bagian kecil dari psikologi secara menyeluruh. Asamen Klinis, yang sebelumnya lebih dikenal dengan diagnostika atau khusus untuk masalah-masalah psikologis disebut psikodiagnostika, merupakan upaya untuk memahami gejala-gejala yang menyangkut masalah yang dialami anak-anak. Asament Klinis ini merupakan aktiitas profesional utama yang dilakukan para praktikus Psikologi Klinis, yang saat itu kebanyakanterbatas dalam ketrampilannya. Sejumlah mioritas klinikus yang melakukan psikoterapi, melakukan di bawah supervisi psikiatris. Praktik pribadi umumnya jarang, yang dalam kegiatannyaterutama lebih banyak merupakan konsultasi psikologis daripada Psikologi Klinis yang sebenarnya. Adapun yang merupakan konsentrasi tetap, lebih banyak dikenal berperan sebagai mental tester oleh atau bagi profesi lain. Maksudnya adalah bahwa Psikolog Klinis menerima permintaan profesi lain, seperti psikiater, Psikolog Industri dan Organiasai, guru, dan profesi lain untuk melakukan tes mental terhadap klien atau pasien mereka.
tingkah laku anormal.
Di Indonesia sendiri pendidikan psikologi dipelopri oleh Slamet Iman Santoso. Pendidikan ini diharapkan dapat membentuk suatu lembaga yang mampu menempatkan the right man in the right place, karena pada masa itu banyak kejadian di mana orang-orang yang kurang kompeten menduduki posisi penting sehingga membuat keputusan yang salah
Awal dari pendidikan psikologi dilakukan di lembaga psikoteknik yang dipimpin oleh Teutelink yang kemudian menjadi program stiudy psikologi yang pernah bernaung di bawah brbagai fakultas di lingkungan Universitas Indonesia. Di Jakarta, mata kuliah filsafat dinaungi fakultas sastra; mata kulah statistik oleh fakultas ekonomi, dan mata kuliah faat oleh fakultas kedokteran.
Program studi psikologi kemudian pada tahun 1956-1960 menjadi jurusan psikologi pada fakultas kedokteran UI. Pada tahun 1960 psikologi menjadi fakultas yang berdiri sendiri di UI (Somadikarta et. Al. 2000). Kurikulum dan pelaksanaan program study psikologi dimulai sebelum tahun 1960, dibina oleh para pakar yang mendapat pendidikan Doktor (S3) dan Doploma dari negeri Belanda dan Jerman. Liepokliem mendirikan bagian klinis dan psikoterapi bertempat di barak I RSUP (RSCM). Yap Kie Hien mendirikan bagian psikologi eksperimen di salemba. Myra Sidharta mendirikan klinik bimbingan anak. Koestoer dan Moelyono memimpin agian psikologi kejuruan dan perusahaan (sekarang psikologi industri dan organisasi) kemudian diperkuat oleh A.S.Munandar. bagian posikologi sosial dirintis oleh Marat kemudian dipimpin oleh Z.Joesoef. setelah kepergian Liepokliem ke Australia, bagian psikologi klinis dan psikoterapi berganti nama menjadi bagian psikologi klinis dan konseling dipimpin oleh Yap Kie Hien (1960-1969). Namun dengan adanya pengertian yang luas tentang psikologi klinis, maka nama bagian psikologi klinis-konseling berganti lagi menjadi bagian psikologi klinis.
Sejak tahun 1992, pendidikan akademik dan pendidikan profesi psikolog dipisahkan untuk memungkinkan sarjana psikologi meneruskan ke bidang lain yang mereka minati. Sebelumnya, sarjana psikologi adalah juga psikolog karena pendidikan praktik digabungkan pendidikan akademik. Sejak tahun 20200, suatu forum menyepakati bahwa prasyarat bagi pendidikan profesi psikolog – agar dapat melakukan praktik psikologi – adalah tingkat S2, namun hal itu baru diberlakukan di UI saja. Forum ini terdiri dari dekan-dekan Fakultas Psikologi – yang kini mencapai 20 Fakultas Psikologi negeri dan swasta – dan organisasi Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).
Sejak 1994, psikolog yang berpraktik – artinya memberikan konsultasi psikologi, melakukan asesmen atau psikodiagnostik, dan melakukan konseling dan terapi – diwajibkan memiliki Izin Praktik Psikolog. Izin ini diperoleh setelah mereka memperoleh rekomendasi dari oeganisasi profesi – dulu Ikatan Sarjana Psikologi, sekarang Himpsi. Izin diterbitkan oleh Departemen Tenaga Kerja (1994-2000) dan rencananya akan dikeluarkan oleh Himpsi sendiri.
Di Indonesia pendidikan profesi spesialis psikologi klinis secara formal belum diadakan, padahal sebenarnya sudah cukup banyak pakar yang berpengalaman di berbagai bidang psikologi klinis seperti terapi tingkahlaku, family therapy, counseling. Upaya untuk membuka jalur pendidikan spesialistik-profesional semestinya didukung oleh organisasi profesi (ISPSI/HIMPSI) karena pihak pemerintah – yakni Direktorat Pendidikan Tinggi Dep. Pendidikan Naisonal – lebih mengutamakan pendidikan akademik S1, S2, dan S3.
Dari perkembangan Psikologi di dunia dan kemudian pendapat-pendapat ahli tentang psikologi,dan kemudian tentang perkembangan Psikologi Klinis di Indonesia. Dapat diambil garis besar tentang pengertian Psikologi Klinis. Psikologi Klinis adalah salah satu bidang psikologi terapan selain Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri, dan lain-lain. Psikologi Klinis menggunakan konsep-konsep psikologi abnormal, psikologi perkembangan, psikopatologi dan psikologi kepribadian, serta prinsip-prinsip dalam assesment dan intervensi, untuk dapat memahami masalah-masalah psikologis, gangguan penyesuaian diri dan tingkah laku anormal.
Kemudian tentang perkembangan psikologi klinis di Indonesia sendiri disimpulkan bahwa perkembangan Psikologi Klinis di Indonesia masih dalam tahap pengembangan dan dapat juga dikatakan masih terpuruk dan belum maju. Hal ini dapat diketahui bahwa di Indonesia pendidikan profesi spesialis psikologi klinis secara formal belum diadakan, padahal sebenarnya sudah cukup banyak pakar yang berpengalaman di berbagai bidang psikologi klinis seperti terapi tingkahlaku, family therapy, counseling.
Hal-hal yang perlu digaris bawahi bahwa jika kita ingin mengembangkan Psikologi Klinis haruslah Upaya untuk membuka jalur pendidikan spesialistik-profesional semestinya didukung oleh organisasi profesi (ISPSI/HIMPSI) karena pihak pemerintah – yakni Direktorat Pendidikan Tinggi Dep. Pendidikan Naisonal – lebih mengutamakan pendidikan akademik S1, S2, dan S3. Dan dukungan tersebut haruslah lebih dapat disosialisasikan untuk dapat menarik minal para sarjana psikolog untuk melanjutkan ke bidang Psikologi klinis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TULIS KOMENTAR ANDA

postingan yang banyak dicari

5 Popular Post