jadilah unik, karena kamu diciptakan berbeda

WAJIB UNTUK DI BACA

Bagi anda, Bapak/Ibu dan Saudara/i, saya mengharapkan untuk merespon minimal dengan cara meninggalkan pesan di icon BUKU TAMU dekat scrool sebelah kanan, atau mengisi coment di bagian bawah postingan saat anda hanya sekedar membaca blog ini, atau mencopy informasi dari blog ini, sebagai suatu apresiasi untuk blog ini. Anda juga dapat chat dengan saya langsung seputar psikologi saat saya sedang online pada room chat yang tersedia, dan saya akan berusaha membantu anda.

- SELAMAT MEMBACA-

Minggu, 12 Desember 2010

EFEK POSITIF secara PSIKOLOGIS dan FISIOLOGIS dari PUASA

PUASA, tampaknya sudah sangat kita kenal kata tersebut, namun kita tidak begitu paham maanfaat bagi kita dari segi PSIKOLOGIS maupun FISIOLOGIS, baik lah supaya tidak berlama-lama kita bahas sekarang juga......

Kenapa sih kita suka pusing-pusing di saat berpuasa?

Secara fisiologis, berpuasa berarti “meliburkan” organ-organ pencerna. Energi yang biasa dipakai untuk mencerna makanan, saat puasa, digunakan untuk mempurifikasi tubuh. Proses ini disebut autolysis / auto-digestion, yaitu tubuh kita mendapatkan energi dengan memakai substansi dan sisa-sisa metabolisme dlm tubuh. Namun pada saat proses auto-digestion, karena menggunakan material sisa-sisa di dalam tubuh termasuk racun dan lain-lain bersirkulasi di dalam tubuh, hal tersebut menyebabkan sakit kepala, mual, dan gejala fisik lainnya. Hal inilah yang menyebabkan orang-orang tidak melanjutkan puasa. Kondisi tidak nyaman menjadi alasan bagi mereka untuk tidak melanjutkan karena auto-digestion berhenti apabila kita makan (Bragg & bragg, 1999; ehret, 1966). Dari proses auto-digestion tersebut, kita mendapatkan keuntungan baik secara psikologis maupun secara fisiologis.

Keuntungan psikologis

Berpuasa dapat memurnikan sel-sel di dalam tubuh, termasuk sel otak. Ternyata, pada 50 tahun terakhir di russia, terapi berpuasa telah ditemukan sebagai perawatan terhadap pengidap schizophrenia yang paling efektif. Dr. Yuri Nikolayev di tahun 1972, seorang direktur di Moscow Psychiatric institute, melaporkan bahwa penggunaan puasa telah sukses dala mmenyembuhkan lebih dari 7000 pasien yang menderita berbagai macam penyakit mental, termasuk schizophrenia. (fasting.com)

Keuntungan fisiologis

Proses auto-digesting yang membersihkan sisa racun di dalam tubuh dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, misalnya penyakit kardiovaskular, penyakit pencernaan, atau pun penyakit pernafasan seperti asma dan lain-lain. (Bragg & Bragg, 1999; Burroughs, 1976; Ehret, 1966; www.fasting.com).

Keuntungan fisiologis yang kedua adalah dapat membuat berat badan kita terkontrol. Tentunya dengan jumlah porsi makan saat sahur dan buka puasa yang dijaga. Keuntungan ini biasanya yang selalu dicari oleh wanita.

Keuntungan yang terakhir adalah, berpuasa dapat membantu kita mengurangi bahkan menghilangkan adiksi terhadap zat-zat tertentu yang biasa kita konsumsi setiap harinya. Misalnya nikotin dalam rokok, ataupun kafein dalam kopi. Kebiasaan kita untuk merokok di waktu senggang di siang hari ataupun menyeruput kopi dapat berkurang karena waktu berpuasa yang cukup panjang.

Selain menjadi kewajiban dan memberikan pahala untuk kita, berpuasa ternyata sangat bermanfaat untuk kesehatan psikologis dan fisiologis kita. Selamat berpuasa!(Khrisnaresa).

sumber : http://ruangpsikologi.com/manfaat-psikologis-dan-fisiologis-dari-berpuasa
sumber gambar : http://kimrongosh.blogspot.com/2010/04/puasa-menyenangkan-bagi-anak.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TULIS KOMENTAR ANDA

postingan yang banyak dicari

5 Popular Post