jadilah unik, karena kamu diciptakan berbeda

WAJIB UNTUK DI BACA

Bagi anda, Bapak/Ibu dan Saudara/i, saya mengharapkan untuk merespon minimal dengan cara meninggalkan pesan di icon BUKU TAMU dekat scrool sebelah kanan, atau mengisi coment di bagian bawah postingan saat anda hanya sekedar membaca blog ini, atau mencopy informasi dari blog ini, sebagai suatu apresiasi untuk blog ini. Anda juga dapat chat dengan saya langsung seputar psikologi saat saya sedang online pada room chat yang tersedia, dan saya akan berusaha membantu anda.

- SELAMAT MEMBACA-

Sabtu, 07 Mei 2011

SUMBER PERASAAN MARAH


Perasaan agresif adalah keadaan internal yang tidak diamati secara langsung. Kita semua pernah marah, dan sebenarnya tiap orang pada suatu waktu ingin melukai orang lain. Memang banyak orang mengatakan mereka sedikit marah atau cukup marah beberapa kali dalam sehari atau beberapa kali dalam seminggu (Averill, 1983).
            Tetapi perasaan itu tidak perlu ditampilkan secara terbuka. Dorongan agresif harus di pelajari secara luas dengan menanyakan kepada individu tetnang perasaanya atau dengan memperkirakan keadaan internalnya berdasarkan pengukuran fisiologis atau pengukuran perilaku, yang tidak merupakan indikator andal. Namun demikian, ada banyak sekali penelitian tentang faktor yang membangkitkan amarah.
SERANGAN
Salah satu sumber amarah yang paling umum adalah serangan atau gangguan yang di lakukan oleh orang lain. Bayangkan bahwa anda sedang menunggu karena lampu merah, dan pengemudi dibelakang anda membunyikan klakson begitu lampu berganti hijau, atau bayangkan anda sedang minum kemudian datang seseorang menarik tangan anda yang sedang memegang minuman. Dalam kasus-kasus tersebut, orang melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan kepada orang lain. Tergantung pada bagaimana pandangan orang yang dirugikan, dia diganggu atau di serang. Pada umumnya orang akan marah dan agresif terhadap sumber serangan. Demikan juga berbagai sumber serangan yang tidak disukai dapat menimbulkan agresi. Misalnya seseorang yang di hadapkan pada bau badan yang kurang sedap, asap rokok yang memedihkan, pemandangan yang memuakan, akan memperlihatkan peningkatan agresif (Berkowitz, 1983).
            Sering kali orang bereaksi terhadap serangan dengan melakukan pembalasan dengan cara “mata ganti mata” (Baron, 1977). Seperti eksperimen yang dilakukan Greenwell dan Dengerink (1973). Beberapa mahasiswa diberi tugas bersaing dengan lawan imajinatif. Setiap orang boleh memberikan kejutan listrik kepada yang lain. Mereka memperoleh informasi, yang di anggap berasal dari orang ini, yang menunjukan bahwa : (1) lawan mereka dengan sengaja menaikan tingkat kejutan listrik yang diberikan selama percobaan tersebut, atau (2) dia dengan sengaja mempertahankan kejutan listrik pada kondisi konstan, yaitu pada tingkat menengah. Diantara separuh subjek dari masing-masing kelompok, biasanya kekuatan kejutan diberikan benar-benar meningkat; diantara yang lainnya tetap stabil.
            Hasil tersebut menunjukan bahwa maksud lawan mempunyai makna yang lebih penting dalam menentukan tingkat kejutan yang akan diberikan oleh subjek dibanding kekuatan kejutan yang mereka terima dari lawannya itu. Motif yang tampak atau maksud dibalik tindakan orang lain terutama bila secara potensial bersifat provokatif-sering kali jauh lebih penting dalam mempengaruhi kecenderungan kita untuk melakukan tindakan Agresi terhadap orang tersebut dibandingkan sifat tindakan itu sendiri.
            Hal dapat meningkatkan Agresi. Perang antar kelompok sering berawal dari sedikit ejekan dan berakhir dengan pembunuhan, seperti yang di gambarkan dalam karya Shakespeare, Romeo and Juliet atau dalam cerita musik West side story. Salah satu akibat dari kecenderungan membalas ini adalah kekerasan dalam rumah tangga yang terus berkembang. Banyak kasus kekerasan dalam keluarga yang tidak hanya melibatkan satu agresor (orang yang melakukan tindak agresif) dan satu korban, tetapi suatu pola kekerasan timbal balik antara suami dan istri atau antara orangtua dan anak (Straus dkk, 1981).
daftar pustaka : Psikologi sosial edisi 5 David O. Sears Dkk. Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TULIS KOMENTAR ANDA

postingan yang banyak dicari

5 Popular Post