jadilah unik, karena kamu diciptakan berbeda

WAJIB UNTUK DI BACA

Bagi anda, Bapak/Ibu dan Saudara/i, saya mengharapkan untuk merespon minimal dengan cara meninggalkan pesan di icon BUKU TAMU dekat scrool sebelah kanan, atau mengisi coment di bagian bawah postingan saat anda hanya sekedar membaca blog ini, atau mencopy informasi dari blog ini, sebagai suatu apresiasi untuk blog ini. Anda juga dapat chat dengan saya langsung seputar psikologi saat saya sedang online pada room chat yang tersedia, dan saya akan berusaha membantu anda.

- SELAMAT MEMBACA-

Minggu, 20 Desember 2009

FAKTOR PSIKOLOGIS PENYEBAB BUNUH DIRI

Mengapa ada sementara orang yang nekat BUNUH DIRI ?
Factor apa sajakah yang menyebabkan meraka melakukan tindakan tidak terpuji tersebut??
Para ilmuan social mencatat bahwa kebanyakan percobaan BUNUH DIRI, baik dikalangan perempuan atau laki-laki, dilakukan ditengah suasana percekcokan antara pribadi atau tekanan hidup berat lainya.
Kelompok yang beresiko tinggi untuk melakukan percobaan BUNUH DIRI adalah MAHASISWA, PENDERITA DEPRESI, PARA LANSIA, PECANDU ALKHOL, ORANG-ORANG YANG BERPISAH ATAU BERCERAI DENGAN PASANGANNYA, ORANG-ORANG YANG HIDUP SEBATANG KARA, KAUM PENDATANG, PARA PENGHUNI DAERAH KUMUH DAN MISKIN, kelompok professional tertentu, seperti DOKTER, PENGACARA, DAN PSIKOLOG.
Pada umumnya, kasus BUNUH DIRI dilakukan karena stress yang ditimbulkan oleh berbagai sebab, antara lain (Supratiknya, 1995):
1. Depresi
2. Krisis dalam hubungan interpersonal. Konflik dan pemutusan hubungan, seperti konflik dalam perkawinan, perpisahan, perceraian, kehilangan orang-orang yang terkasih akibat kematian dapat menimbulkan stress berat yang mendorong dilakukannya tindakan BUNUH DIRI.
3. Kegagalan dan Devaluasi diri. Perasaan bahwa dirinya telah gagal dalam suatu urusan penting, biasanya menyangkut pekerjaan, dapat menimbulkan devaluasi diri atau rasa kehilangan harga diri yang mendorong tindakan BUNUH DIRI.
4. Konflik batin. Disini stress tersevut bersumber dari pertentangan didalam pikirin orang yang bersangkutan. Misalnya seorang pria lajang merasa cemas, bingung, ragu-ragu antara memilih hidup atau mati, dan akhirnya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan teka-teki itu dengan melakukan BUNUH DIRI.
5. Kehilangan makna dan harapan hidup.

Ada 3 tipe BUNUH DIRI menurut Durkheim antara lain :
1. Bunuh diri egoistis. Relasi negative.Keadaan tersudut yang disebabkan egoisme berlebihan, dapat mengakibatkan terjadinya tindakan BUNUH DIRI, dikarenakan tidak menerima bantuan moral dari grupnya atau kelompoknya, sebab ia sendirian tanpa relasi.
2. Bunuh diri altruistis. Semakin besar pengintegrasian seseorang terhadap grupnya makin besar pula kecenderungan kea rah BUNUH DIRI, sebagai CONTOH : kalangan tentara, para perwira, dan prajurit dibina supaya berani mati gugur demi keselamtan nusa dan bangsa. Sebab kematian dikalangan diakibatkan oleh sikap mental dan moral orang yang bersangkutan. Seandainya ia bermaksud menyelamatkan nyawanya, ia hanya perlu melepas prinsipnya dari ikatan kesetian GRUP.
3. Bunuh diri anomis. Keadaan moral, ketika orang yang bersangkutan kehilangan cita-cita, tujuan, dan norma dalam hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TULIS KOMENTAR ANDA

postingan yang banyak dicari

5 Popular Post