Bulimia nervosa
Gangguan makan yang melibatkan episode berulang dari perilaku makan yang eksesif dan tak terkontrol yang diikuti dengan tindakan kompensatoris untuk menyingkirkan makanan (muntah sengaja, menyalahgunakan pencahar, olahraga berlebihan.
Binge
Episode yang relatif singkat dari konsumsi (biasanya makanan atau alkohol) yang eksesif dan tidak terkontrol.
Anoreksia nervosa
Gangguan makan yang ditandai olehpenolakan makanan yang mengakibatkan berat badan berkurang samapai pada tingkat yang membahayakan.
Obesitas
Kelebihan lemak tubuh yang diperoleh dari perhitungan body mass index/indeks massa tubuh, yaitu rasio antara berat badan dan tinggi badan, sebesar 30 atau lebih.
Gangguan Bulimia Nervosa
Kriteria menurut DSM IV-TR:
Episode berulang binge-eating (makan berlebih) yang ditandai oleh asupan makanan yang luar biasa banyak dalam waktu 2 jam, ditambah kekurangan sense of control terhadap makan selama episode2 ini.
Perilaku kompensatoris yang tidak pas dan berulangkali dilakukan untuk mencegah bertambahnya berat badan, seperti sengaja merangsang muntah, penyalahgunaan obat pencahar, berpuasa, atau olah raga yang eksesif.
Secara rata-rata, bingeing dan perilaku kompensatoris yang tidak tepat terjadi paling sedikit dua kali seminggu selama paling sedikit 3 bulan.
Preokupasi yang berlebihan pada bentuk tubuh dan berat badan.
Gangguan psikologis terkait: gangguan kecemasan, gangg.suasana perasaan.
Anoreksia Nervosa
Kasus lebih sedikit dibanding Bulimia Nervosa
DSM-IV menyebutkan ada 2 subtipe:
- Restricting type: penderita berdiet sebatas membatasi asupan kalori
- Binge-eating-purging type: penderita mengandalkan pada purging yang konsisten dan bingeing dengan jumlah makan yang sedikit.
Penderita tidak pernah puas dengan penurunan berat badannya.
Berat badan yang tetap antara hari ini dan keesokan harinya dapat membuat kepanikan, kecemasan dan depresi yang intens. Penurunan berat badan setiap hari adalah hal yang dapat memuaskannya. Menurut DSM-IV berat badan 15% di bawah berat badan ideal, namun kenyataan antara 25%-30% di bawah berat badan normal.
Penderita juga memiliki gangguan yang nyata pada citra tubuhnya. Contoh: penderita melihat sosok yang lain ketika bercermin, yang harus selalu menurunkan berat badannya.
Komplikasi yang sering terjadi adalah berhentinya menstruasi (amenorrhea)
Gangguan psikologis yang terkait: kecemasan (paling sering adalah obsesif kompulsif), depresi.
Gangguan Makan Berlebih (Binge-eating Disorder)
Merupakan pola makan yang melibatkan distres yang menginduksi bingeing, yang tidak diikuti dengan perilaku purging.
Gangguan inimerupakan kategori baru dalam DSM
Penyebab gangguan makan :
Dimensi-dimensi sosial: lingkungan lebih menerima bentuk badan langsing, kurus. Faktor keluarga juga menentukan.
Dimensi biologis: genetik, kerentanan biologis, ada gangguan dalam neurobiologis.
Dimensi psikologis: self-esteem rendah, kurangnya kontrol diri dan kemampuan, citra tubuh terdistorsi
Penanganan gangguan :
Penanganan dengan obat-obatan
Penanganan psikologis: meningkatkan self-esteem, CBT, self-help, meningkatkan kontrol diri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TULIS KOMENTAR ANDA