Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani “Schizen” yang berarti terpisah, dan
“Phren” yang arti nya jiwa.
Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “Skizo” yang artinya retak atau pecah (split), dan “frenia” yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian (Hawari, 2003).
1.Karakteristik Gangguan
Skizofrenia adalah gangguan dengan berbagai macam simtom meliputi gangguan isi pikir, bentuk pikir, persepsi, afeksi, perasaan mengenai diri, motivasi, perilaku, dan fungsi interpersonal.
→ Rata-rata pasien yang di diagnosis skizofrenia berjumlah 12-12,5% dari populasi.
gangguan ini pertama kali dikatakan penyakit oleh seorang dokter dari perancis yang bernama Benedict Morel (1809-1873) dan secara sistematis didefinisikan oleh psikiater jerman yang bernama Emil Kreaplin (1856-1926), yang menyebutnya sebagai Dementia Praecox, yaitu degenerasi pikiran (Dementia) dimulai pada usia muda (praecox) dan membawa degenerasi ini sepanjang hidupnya.
reaplin percaya bahwa halusinasi,delusi,dan gangguan tingkah laku yang nampak pada penderita skizofrenia penyebabnya adalah ketidaknormalan atau penyakit fisik.
Seorang psikolog Swiss bernama Eugen Bleuler (1857-1939) mengusulkan suatu perubahan yang dramatis tentang pandangan Kreapelin yang beranggapan bahwa dementia praecox adalah penyakit otak. Menurut Bleuler istilah dementia praecox lebih tepat disebut dengan skizofrenia.
Dalam menggambarkan simtom-simtom gangguan tersebut Bleuler mengemukakan katagori Blueler Four A’s, yaitu :
a. Assosiation : gangguan pikir
b. Affect : gangguan pengalaman dan ekspresi emosi
c. Ambivalence : ketidakmampuan membuat atau mengikuti keputusan
d. Autism : Kecenderungan untuk mempertahankan pikiran atau tingkah laku egosentrik yang aneh.
2.Simtom-simtom skizofrenia
a. Gangguan isi pikiran : delusi, kepercayaan yang salah, :
• Delusi refrensi • Delusi nihilisme
• Delusi persekusi • Delusi Ketidaksetiaan
• Delusi grandeur • Delusi somatic
• Delusi kemiskinan • Delusi lain
• Delusi menyalahkan diri
• Delusi kontrol
b. Gangguan gaya pikir bahasa dan komunikasi
• proses kognitif tidak teratur dan tidak fungsional, sehingga tidak ada hubungan dan tidak logis.
• pengekspresian ide, pikir, dan bahasa begitu terganggu sehingga tidak dapat dimengerti
• Gangguan kognitif berupa
• Inkoherensi
• Neologisme
• Isi pembicaraan sangat kurang
• Tidak ada hubungan
• apa yang dikatakan atau ditulis tak berarti
• kadang mereka seperti bisu sampai berhari-hari
c. gangguan persepsi : Halusinasi
• persepsi palsu yang mencapai kelima panca indera
• meskipun halusinasi tidak berhubungan dengan stimulus nyata akan tetapi pendirita melihat dengan nyata.
• halusinasi tidak dibawah kendali individu akan tetapi terjadi secara spontan
d. Gangguan afek
• keadaan emosi yang berlawanan dengan rangsangannya
e. Gangguan psikomotor
• tingakah laku aneh serta menunjukan kataonik yang berupa :
- stupor katatonik
- kekakuan katatonik
- excitement yang katatonik
f. Gangguan kemampuan berhubungan secara interpersonal
g. Gangguan perasaan diri
h. gangguan motivasi
3. Fase Skizofrenia
a. fase prodomal : periode sebelum periode aktif
b. fase aktif : paling sedikit 1 bulan
c. fase residual : simtom seperti pada fase sebelumnya ada, tetapi tidak parah dan tidak mengganggu.
4. Tipe-tipe Skizofrenia
• Skizofrenia katatonik
menonjol pada gerakan badan yang aneh
• Skizofrenia yang tidak teratur
simtomnya ngawur, tidak logis, tak dapat membuat hubungan dll
• Skizofrenia paranoid
memiliki delusi aneh
• Skizofrenia yang tidak terdeferensiasikan
• Skizofrenia residual.
5. Dimensi-dimensi Skizofrenia
a. dimensi positif-negatif
positif : delusi,halusinasi,dramatik dll
negatif : tidak berfungsi atau kurang berfungsi, apati, dll
b. dimensi proses-reaktif
proses : ada gejala yang bertahap
raktif : ada suatu kejadian yang menyebabkan adanya simtom.
6. Pola Gangguan skizofrenia
Menurut DSM-IV : skizofrenia dapat mengikuti satu pola atau beberapa pola :
A : episode simtom positif
B : episode simyom negatif
C : episode-episode simtom positif diantaranya simtom negatif.
TEORI-TEORI DAN PENANGANAN SKIZOFRENIA
1.Perspektif biologis
Berasal dari tulisan Emil Kreaplin yang mengatakan penyebab skizofrenia adalah degenerasi jaringan otak. Tulisan ini menimbulkan munculnya penelitian tentang struktur otak, proses biokemis, genetika. Hal-hal ini dianggap sebagai penyebab resiko terkena skizofrenia.
Treatmen biologis bagi penderita skizofrenia
- Prefrontal Labalomi : mengurangi tingkah laku agresif penderita. Treatmen ini memberikan efek samping kehilangan motivasi,kreativitas dan fungsi kognitif.
- ECT : (Elektroconvulsive therapy) : untuk mengurangi simtom psikotik.
- Obat-obatan anti psikotik dapat sangat berguna untuk menangani simtom positif skizofrenia, tapi tidak dapt menyembuhkan penyakit gangguan ini. Akan tetapi simtom negatif skizofrenia tetap ada.
Diperoleh keterangan adanya perbedaan dalam struktur otak dan fungi otak. Penelitian zaman dulu dikenal dengan istilah post mortem, sekarang dengan tomografi yaitu dengan menggunakan komputer seperti CT atau CAT scan, dan imajinasi resonansi magnetic (magnetic resonance imaging, MRI).
2. Perspektif Psikologis
penyebabnya adalah gangguan dalam hubungan keluarga dimana individu mengembangkan tanggapan emosional yang terganggu dan kerusakan kognisi yang merupakan dasar simtom psikologis pasca skizofrenia.
banyaknya komunikasi yang salah menjadi akar dari skizofrenia dimana orang tua yang kurang jelas memberi arahan, anak kurang diikutsertakan dalam pengambilan keputusan.
3. Perspektif Psikodinamika
sullivan mengatakan bahwa penderita skizofrenia menerima pola komunikasi menyimpang sebagai akibat pengalaman pada masa kanak-kanak yang sangat mencemaskan
4. Perspektif Behavioral
Skizofrenia adalah hasil belajar.
• Belajar pola tingakah laku yang maladaptive dan aneh sehingga focus treatmen adalah menghilangkan simtom yang mengganggu penyesuaian dan fungsi social, dengan cara mengajarkan tingkah laku yang sesuai atau menggunakan terapi kelompok.
• Terapi Kognitif Behavioral
• Token Economy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TULIS KOMENTAR ANDA